Oct 28 2009

Antara budaya dulu dan sekarang

Published by mamah aline at 03:49 under Uncategorized,catatan nyegik

Suatu pagi yang dingin di tengah perbukitan yang rimbun oleh hijaunya daun pepohonan, seorang kakek berjalan santai ditemani kedua cucunya, anak laki-laki usia SD, melewati perkampungan dan lembah kemudian menapaki bukit kembali. Walaupun usia sudah renta ia tampak sehat dan air mukanya yang jernih tak menghalangi niatnya untuk menapaki jalan yang di usia mudanya dulu sering dilewati. Dua tahun kemarin masih bisa mengendarai roda duanya, namun harus menyerah akibat kecelakaan kecil. Sisa-sisa kegagahannya masih nampak terlihat dari postur tubuhnya yang tinggi khas mantan perwira polisi, namun kelelahan tampak jelas di matanya.

Kakek usia 75 tahun itu ayah saya, dan cucu yang menemani hicking sepanjang 5 km adalah sulung dan ponakan saya. Sulung anak saya yang besar paling senang diajak pulang ke rumah kakek neneknya, karena selalu mendapat pengalaman menarik yang tidak biasa ia temui selama ini. Biasanya akhir pekan waktunya dia habiskan buat try out di tempat bimbelnya atau futsal di lapangan kompleks atau pun sekedar cuci mata dan makan di mall. Sedangkan jika berakhir pekan di rumah sang kakek nenek, anak saya ketemu sepupunya dan segudang aktivitas menarik seperti sholat berjamaah di mesjid dari mulai waktu maghrib tiba sampai lepas isya dan besok paginya memberi makan ikan di kolam atau menonton atraksi kakek bakar sampah plastik -cara ayah saya peduli lingkungan dengan memilah sampah organik dan non organik secara terpisah- ataupun menonton acara wayang golek dari TVRI Bandung sabtu malam yang bagi anak muda sekarang biasanya sudah tidak exciting lagi, atau membaca koleksi komik mahabharatanya RA.Kosasih milik ibu saya.


Tapi itulah cara ayah dekat dengan cucunya. Kadangkala sengaja menyetel tembang sunda atau tarling dari radio untuk diperdengarkan pada sulung agar anak saya mengenal dan mencintai budaya leluhurnya. Ayah saya mungkin benar, beliau pernah berseloroh ” Anak sekarang gak ada yang suka degung, karawitan, kecapi suling dan gak ada yang kuat jalan jauh makanya banyak yang cepat turun stamina saat diospek” sekarang sepeda dan motor menjadi alat transportasi yang memudahkan dan melenakan kita dan musik pop sejenisnya jelas lebih membudaya.

Dan padahal lagi saya sempat keberatan anak saya diajak jalan kaki sejauh itu, mengitari bukit mulai dari salamanggu, haurseah, sadasari, gunungwangi, paniis dan blok saptu untuk sampai lagi di rumah, apa mungkin bisa kuat ya saya membatin. Tapi kedua bocah dan kakeknya nampak segar bugar dengan peluh mengucur didahi dan leher masih sempat bercerita pengalaman serunya pagi tadi, rupanya mereka singgah dulu barang sejenak untuk menikmati secangkir teh atau serabi di warung pada setiap desa yang dilewati.

Saya tak keberatan lagi, sungguh sangat ikhlas malah saya ingin lebih sering membawa anak saya pulang kampung untuk mengisi hari disaat kecilnya dan hari tua ayah saya yang tidak mungkin kembali untuk menciptakan great moment yang tidak akan terganti pada masa yang akan datang. ” Pa, i am so proud of you” bisik saya dalam hati.

No responses yet

No Responses to “Antara budaya dulu dan sekarang”

  1. cyzkoon 28 Oct 2009 at 09:31

    selamat hari sumpah pemuda semoga blognya tambah keren dan terkenal…

  2. Kikaon 28 Oct 2009 at 10:50

    Saya tak keberatan lagi, sungguh sangat ikhlas malah saya ingin lebih sering membawa anak saya pulang kampung untuk mengisi hari disaat kecilnya dan hari tua ayah saya yang tidak mungkin kembali untuk menciptakan great moment yang tidak akan terganti pada masa yang akan datang. ” Pa, i am so proud of you” bisik saya dalam hati.

    And i’m proud to see someone doing that. Very very inspire.

  3. Kikaon 28 Oct 2009 at 10:54

    Saya tak keberatan lagi, sungguh sangat ikhlas malah saya ingin lebih sering membawa anak saya pulang kampung untuk mengisi hari disaat kecilnya dan hari tua ayah saya yang tidak mungkin kembali untuk menciptakan great moment yang tidak akan terganti pada masa yang akan datang. ” Pa, i am so proud of you” bisik saya dalam hati.

    Dan sangat senang rasanya ada seorang anak yang sangat menyayangi orang tuanya. I’m proud of you.
    .-= Kika´s last blog ..Trauma Healing =-.

  4. pakacilon 28 Oct 2009 at 17:51

    benar-benar aktifitas yang menarik. beruntung sekali puterinya bisa mengikuti kegiatan kakek, sudah jarang sekali sekarang yang macam itu.

    apalagi soal budayanya, duhh.. jangankan budaya dan kesenian tradisional, bahkan sekedar bahasa pun ditempat saya sekarang sudah banyak anak muda yang tak kenal banyak kata bahasa banjar aseli atau jaman dulu. mungkin di daerah tertentu mereka masih kenal, tapi khusus di kota saya, duh… prihatiin saya. budaya pop sudah luar biasa menggerus banyak hal :(
    .-= pakacil´s last blog ..Kumpulan Kisah Makanya =-.

  5. ajiron 28 Oct 2009 at 22:18

    mantap..mantap..
    jadi keinget masa kecil dulu.. :D
    .-= ajir´s last blog ..FOTO BERGAYA CINEMA (PHOTOSHOP TUTORIAL) =-.

  6. trik tips bisnis onlineon 29 Oct 2009 at 04:15

    wah blognya kereeeen
    .-= trik tips bisnis online´s last blog ..Sudah Pantaskah Gaji Menteri KIB II Naik =-.

  7. yangputrion 29 Oct 2009 at 04:20

    pasti cucu-cucu itu seneng banget ditemani kakeknya bermain… jadi inget mbahku dulu suka cerita jaman perang… xixixiixixii
    .-= yangputri´s last blog ..Ikrar Sumpah Pemuda =-.

  8. Cara Membuat Blogon 29 Oct 2009 at 04:21

    Memang benar, kemajuan teknologi membuat orang lemah juga, memang bisa memudahkan tapi ada dampak negativnya juga!
    membuat orang menjadi malas juga.
    wah tuh anaknya pasti sangat mempunyai pengalaman yang sangat seru yang tak akan pernah terlupakan!
    Cara Membuat Blog

  9. Cara Membuat Blogon 29 Oct 2009 at 04:26

    Memang benar, kemajuan teknologi membuat orang lemah juga, memang bisa memudahkan tapi ada dampak negativnya juga!
    membuat orang menjadi malas juga.
    wah tuh anaknya pasti sangat mempunyai pengalaman yang sangat seru yang tak akan pernah terlupakan!

    Cara Membuat Blog

  10. Serunya Belajar SEOon 29 Oct 2009 at 04:39

    cerita yang menarik sekali .. meskipun budaya dulu dan sekarang sedikit berbeda tapi harus tegakkan nilai moral yang ada diri kita masing-masing
    .-= Serunya Belajar SEO´s last blog ..Belajar SEO Online =-.

  11. meiyon 29 Oct 2009 at 05:01

    wah cara kakek anak2 keren sekali, itu yg penting bagi anak2 sekarang yg kurang sekali bercengkrama dg alam, padahal kalau mrk tahu nikmatnya, akan kecanduan…
    .-= meiy´s last blog ..The Hidden Paradise =-.

  12. wahyuon 29 Oct 2009 at 05:49

    Kembali menyelami kehidupan tempo doeloe dan kearifannya terkadang membawa pemahaman baru. Jangan selalu berpikiran negatif dengan istilah ‘kolot’ dan semacamnya..

    kearifan dan kebijaksanaan justru banyak didapat dari hal2 semacam itu..

    selamat soempah pemoeda!!

  13. iLLaon 29 Oct 2009 at 06:41

    pengalaman yg sungguh tidak akan terlupakan oleh sang cucu kelak. hmm… cerita ini mengingatkan sayah akan ayah saya yg sudah wafat. Kelak, anak2 saya tidak akan menikmati saat2 seperti itu. Saat2 mewah bersama sang kakek. Aih, tiba2 sayah kangen Ayah saya :(

  14. iLLaon 29 Oct 2009 at 06:45

    pengalaman yg sungguh tidak akan terlupakan oleh sang cucu kelak. hmm… cerita ini mengingatkan sayah akan ayah saya yg sudah wafat. Kelak, anak2 saya tidak akan menikmati saat2 seperti itu. Saat2 mewah bersama sang kakek. Aih, tiba2 sayah kangen Ayah saya :(
    .-= iLLa´s last blog ..Selamat HarLisNas =-.

  15. Joddieon 29 Oct 2009 at 14:39

    Wow.. harus tuh.. sebuah ritual yang mulai langka di zaman modern ini, tapi.. tetep ada nilai-nilai luhur yang bisa kita petik dari aktivitas semacam ini.. sooo.. lanjutkan!

  16. cari duit sampinganon 29 Oct 2009 at 15:47

    baca posting ini kok saya jadi sedih,mikirin anak saya ke depan gimana ya?

  17. cari duit sampinganon 29 Oct 2009 at 15:49

    baca posting ini kok saya jadi sedih,mikirin anak saya ke depan gimana ya? :(

  18. Khery Sudeskaon 29 Oct 2009 at 18:00

    Ya, Mamah… Kerisauan yang mamah rasakan hampir dirasakan oleh semua orang. Kejadian2 di masa depan kadangkala sering paradoks dengan keinginan manusia. Kadang, kita ingin ada sebuah “jeda sejarah kehidupan” manusia ini. Agar apa yang sudah kita lalui dan lewati bisa kita review dan koreksi kembali. Tapi, dunia tak bisa dipaksa berhenti. Betul yang mamah bilang, kearifan kita semua dalam mengawal langkah sejarah manusia ini saja yang harus diperkuat. Menyelamatkan kita, menyelamatkan generasi kita :)

  19. Khery Sudeskaon 29 Oct 2009 at 18:02

    Ya, Mamah… Kerisauan yang mamah rasakan hampir dirasakan oleh semua orang. Kejadian2 di masa depan kadangkala sering paradoks dengan keinginan manusia.

    Kadang, kita ingin ada sebuah “jeda sejarah kehidupan” manusia ini. Agar apa yang sudah kita lalui dan lewati bisa kita review dan koreksi kembali. Tapi, dunia tak bisa dipaksa berhenti. Betul yang mamah bilang, kearifan kita semua dalam mengawal langkah sejarah manusia ini saja yang harus diperkuat. Menyelamatkan kita, menyelamatkan generasi kita :)

  20. becceon 30 Oct 2009 at 15:36

    salam kenal mbak aline…
    saya suka sekali postingan mbak…
    memang perlu menanamkan semangat mencintai budaya dan sejarah darimana kita berda karena didalmnya terdpat kearifan hidup yang jaman sekarang susah kita dapat…tugas kita bersam mbak untuk tetap melestarikannya.

  21. manusia bodohon 30 Oct 2009 at 18:54

    hiks jadi teringat masa dulu, dari kecil sampai lulus kuliah saya kumpul sama kakek

  22. belajar blogon 31 Oct 2009 at 01:39

    wah sepertinya tempat ayah mba, suasana sunda banget yah
    berkaitan dengan postingQu kali ini loh
    .-= belajar blog´s last blog ..Download Kumpulan Lagu Sunda =-.

  23. Action Figure Toyon 31 Oct 2009 at 01:40

    biar dah dimakan usia, tapi semangetnya tetap membara
    Dah lama juga ga hiking nih mba…
    apalagi kayaknya suasana disana sejuk yah
    .-= Action Figure Toy´s last blog ..Cute Mr. Bean Action Figure =-.

  24. Rizal Islamion 31 Oct 2009 at 13:16

    Puterinya top abis…………..
    .-= Rizal Islami´s last blog ..Rupiah Untuk Amputasi =-.

  25. nakjaDimandeon 31 Oct 2009 at 14:39

    hwaaa senangnya punya kakek yang perhatian sekali dengan cucunya, dulu waktu kecil aku ga suka klo kakekku pasang lagu minang.. tapi sekarang aku cintaaa banget sama semua lagu minang karena syahdunya mengingatkan aku pada kakek.

    nice posting mamah aline :)

  26. NURAon 31 Oct 2009 at 15:15

    salam sobat
    memang benar ,,,kasih sayang seorang kakek terhadap cucu2nya,,melebihi kasih sayangnya pada anak2nya.

    anak2 saya saja senang kalau diajak kerumah eyangnya,,,karena selalu dipijitin, dibelikan apa saja kesukaan anak2 saya,,,
    eyangnyapun juga kangen kalau ngga ditelpon sehari saja.

    Budaya dulu memang sudah berbeda jauh sekali dengan sekarang.
    anak2 tidak suka kalau bercerita wayang,,lebih suka cerita film.
    apalagi musik dan lagunya,,sukanya lagu zaman sekarang.

  27. mbah gendengon 31 Oct 2009 at 15:32

    acara keluarga emang acara yang indah…………

  28. HumorBendolon 31 Oct 2009 at 16:40

    Bener juga papanya…
    Sejak kecil harusnya dikenalin ma budaya indonesia asli.
    Dah jarang banget anak-2 yang suka ma wayang golek dll. Tahunya sih Peterpan.
    Ntar kalo budaya kita diklaim negara lain, pada protes smua
    hehe….
    Salam
    .-= HumorBendol´s last blog ..Salah Sangka =-.

  29. Kakaakinon 31 Oct 2009 at 17:04

    Alm. Ayah saya spertinya gak mempunyai great moment dengan keponakan2 saya… Karena beliau terlalu lelah kerja sebagai buruh pabrik, stelah pensiun beliau terserang stroke…

  30. elia bintang.on 31 Oct 2009 at 21:21

    kalau budaya sih pasti berubah terus ya. tapi kl nilai2 yg baik bisa terus dipertahankan..

    salam kenal yah! :D
    .-= elia bintang.´s last blog ..“when silly met venus” dari perspektif lelaki tak berperspektif (?) =-.

  31. elia bintang.on 31 Oct 2009 at 21:23

    kalo budaya sih pasti terus berubah yah. tapi kl nilai2 yang baik bisa tetep dipertahankan..

    salam kenal yah! :D
    .-= elia bintang.´s last blog ..“when silly met venus” dari perspektif lelaki tak berperspektif (?) =-.

  32. fadhilatul muharramon 01 Nov 2009 at 01:01

    mamah aline, maaf yaa, dila baru nyempetin diri utk mampir sekarang. waah, mah, bagus postingannya. dila juga bangga sama ayah dila. :D

  33. fadhilatul muharramon 01 Nov 2009 at 01:05

    maaf baru bisa kunjungan mamah…
    dila juga bangga sama ayah dila. :)

  34. aapon 01 Nov 2009 at 04:05

    Usianya sama dengan ayah saya.75 th. Alhamdulliah sehat dan sekarang masih bisa menyetir mobil sendiri.
    Thanks kemaren mampir diblog saya ya..!

  35. Bisnis Online ala Eroson 01 Nov 2009 at 07:32

    itulah beda orang dulu dengan sekarang
    jadi jangan heran kalao orang jaman sekarang rentan penyakitan hehe
    .-= Bisnis Online ala Eros´s last blog ..Tips Cara Meninggikan Badan Cepat dan Alami =-.

  36. Bisnis Online ala Eroson 01 Nov 2009 at 07:33

    komen saya ilang :(
    itulah beda orang dulu dengan sekarang
    jadi jangan heran kalao orang jaman sekarang rentan penyakitan hehe
    .-= Bisnis Online ala Eros´s last blog ..Tips Cara Meninggikan Badan Cepat dan Alami =-.

  37. Freyaon 01 Nov 2009 at 09:41

    Aye juga heran deh sama anak zaman sekarang. Pada aneh semua.

    Lebih cinta budaya asing daripada budaya negeri sendiri, padahal budaya kita lebih mahal daripada budaya asing.

    Aye sendiri sangat bangga menjadi orang Indonesia
    .-= Freya´s last blog ..Selebriti =-.

  38. Freyaon 01 Nov 2009 at 09:42

    Aye juga heran deh sama anak zaman sekarang. Pada aneh semua.

    Lebih cinta budaya asing daripada budaya negeri sendiri, padahal budaya kita lebih mahal daripada budaya asing.

    Aye sendiri sangat bangga menjadi orang Indonesia

  39. Freyaon 01 Nov 2009 at 09:51

    Aye juga heran deh sama anak zaman sekarang. Pada aneh semua.

    Lebih cinta budaya asing daripada budaya negeri sendiri, padahal budaya kita lebih mahal daripada budaya asing.

    Aye sendiri sangat bangga menjadi orang Indonesia.

    BTW, kok susah banget seh kirim komen?

    Oiye, tukeran link yuks…….:D
    .-= Freya´s last blog ..Selebriti =-.

  40. vanyon 01 Nov 2009 at 12:54

    wah, saia jd kesindir baca postingan ini, mbak…
    jd ingat wkt dulu saia prnh ngritik selera kakek krn suka lagu keroncong dan campursari….hehehe
    tapi, anak muda jaman skrg ama dulu memang seleranya beda bgt ya…:D
    .-= vany´s last blog ..Once you go Black, you’ll never go back……BlackBerry! =-.

  41. bintangtimuron 01 Nov 2009 at 15:07

    Saya juga nggak keberatan diajak jalan-jalan ke daerah yg disebutkan dalam posting ini…menyenangkan!
    Budaya jalan kaki memang harus dibiasakan, selain sehat tentu saja mengurangi polusi dari asap kendaraan bermotor :P
    Salam hormat untuk orangtua ya…

  42. alamendahon 01 Nov 2009 at 16:17

    Sedari kecil emang perlu dikenalkan dengan lingkungan dan alam biar mulai mencitai bumi
    .-= alamendah´s last blog ..Bagai Badak Terperangkap Final Battle of Komeng =-.

  43. Love4Liveon 02 Nov 2009 at 06:36

    kita memang sudah kehilangan kepribadian budaya…
    .-= Love4Live´s last blog ..Konflik Gender dan Kemanusiaan =-.

  44. Desri Susilawanion 03 Nov 2009 at 13:58

    aduh mamah…sudah beberapa hari saya ga bisa hadir di rumah mamah yang asri ini…selidik punya selidik, ternyata URL salah ketik….ugh,kirain ada apa-apa. sudahlah! saya seneng banget dah tau penyakitnya. mengenai postingan ini, memang kerasa ya mah bedanya antara dulu dan sekarang. waktu masih kecil dulu kemana2 sering jalan kaki. sekarang jarak 20 meter aja rasanya dah mau pake motor….analisa ayahnya mamah aline ada benernya juga, stamina anak2 sekarang jadi lembek,keanginan dikit masuk angin, kehujanan dikit batuk pilek, kecapean dikit langsung panas…mungkin salah kita juga ya..oper protektip
    .-= Desri Susilawani´s last blog ..Janganlah Makan Sambil Berdiri! =-.

  45. Klik DISINI untuk INFOBAGUSon 09 Dec 2009 at 10:50

    Klik aja di http://WWW.INFOBAGUS.TK

    atau

    http://WWW.HAZETCOM.BLOGSPOT.COM

  46. My Blog Titleon 10 Jan 2010 at 14:15

    Another Title…

    …situs/blog yang membahas trik-trik SEO dan Adsense buat pemula……

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply