Sep 30 2009

Balada tas echolac

Published by Mamah aline at 15:10 under catatan nyegik

Saya sebenarnya bukan pemerhati masalah politik, namun mendadak tergelitik waktu tadi sore menyimak berita di salah satu stasiun TV yang menayangkan acara gladiresik pelantikan calon anggota DPR-RI yang penuh dengan tetek bengek seremonial plus anggaran yang mencapai angka fantastis untuk acara penting tersebut sekitar total 46 milyar, bayangkan angka itu jika dipakai untuk program wajib belajar atau pengentasan kemiskinan.

Gara-gara di tayangan tv tersebut juga menyinggung soal dana ini-itu mulai dari hotel, pemindahan anggota dari daerah ke jakarta, uang saku, anggaran tas dll saya jadi ingat satu hal, soal tas. Katanya tas dianggarkan sampai 119juta (kalo tidak salah) duh uangnya buat saya aja ya… Tas yang biasa dipakai eksekutif, pemimpin perusahaan, pemimpin daerah atau orang yang berpengaruh di percaturan politik tanah air pasti menggunakan tas yang tidak sembarangan dari mutu, harga dan trademarknya.

Waktu saya SD kira-kira kelas 4 atau 5, pernah membaca sebuah cerpen dari penulis yang waktu itu terkenal tapi lupa lagi namanya. Isinya mengenai kisah seorang pegawai kecil yang mati-matian menabung hanya demi ingin membeli tas merk echolac persis seperti yang dipunyai si boss. Setaun dua taun akhirnya impian itu tercapai dia bisa membelinya juga, namun yang dimasukan kedalam tas mahal itu bukanlah berkas penting, surat berharga atau cek melainkan bekal makan siang berupa nasi, ikan asin dan sambal petai ditambah kaos oblong buat ganti pakaian. Kebanggan memiliki tas melebihi apapun biar hanya naik angkutan umum dan bukan kendaraan pribadi berikut sopirnya, yang penting stylenya. Hanya saja dia melupakan satu hal, yaitu nomor kombinasi dari tas echolacnya. Jadi pas makan siang dia tidak bisa menyantap makanan favoritnya dan hanya bisa menahan lapar, ke kantin kan tidak mungkin, dia selama ini kan harus mengencangkan ikat pinggang untuk si tas.

Solusinya adalah mendatangi toko tempat dia membeli tas agar bisa membuka isinya. Sesampainya disana akhirnya bekal makan siang si pegawai bisa dievakuasi dari dalam tas meninggalkan semilir wangi ikan asin dan tentu saja petai, membuat terkejut pegawai toko dan pembeli lainnya yang tidak menyangka sama sekali isi dari tas bermerk itu.

Cerita tadi membekas begitu dalam di ingatan saya yang waktu itu masih kanak-kanak sampai sekarang saya masih ingat detail ceritanya, dan baru tadi sore seperti diingatkan kembali setelah menonton acara TV. Mungkin itu hanya sebuah cerita karangan semata namun banyak kejadian serupa tapi tak sama terjadi di sekitar kita dalam bentuk berbeda. Balada tas echolac sendiri memberi pembelajaran buat saya pribadi untuk jadi diri sendiri dan tidak perlu menjadi seseorang yang tidak mungkin menjadi “kita”. Tas atau apapun yang kita kenakan memang berpengaruh bagi penampilan dan secara status sosial. Tapi apa perlu harus seperti itu?

No responses yet

No Responses to “Balada tas echolac”

  1. arkasalaon 30 Sep 2009 at 15:35

    seremonial harus memakan biaya sebanyak itu ? informasi terakhir ketika ada berita di 11 M saja berarti anggaran perorang mencapai 19 jutaan lebih hanya untuk pelantikan. wow ruarrr biasa.
    sempat membaca bagaimana bung Hatta dulu hanya untuk menginginkan sebuah sepatu merk Bally dia harus menabung selama 3 tahun. ck ck ck. Sementara sekarang cukup mengadakan acara rapat, sepatu itu maka jadilah kali ya ….

    OOT dikit, tadi saya sempat mampir kok sulit komen yah, jadi maaf banget karena 4 kali gagal submit.

    Trims atas infonya. Salam
    .-= arkasala´s last blog ..Salah Satu Cara / Alternatif Mengangkat Bisnis Offline ke Online =-.

  2. arkasalaon 30 Sep 2009 at 15:37

    waduh ternyata bukan gagal ya, karena berulang2 jadi harus muncul 3 kali he he. Mohon maklumnya saja. Salam
    .-= arkasala´s last blog ..Salah Satu Cara / Alternatif Mengangkat Bisnis Offline ke Online =-.

  3. Wandi thokon 30 Sep 2009 at 16:02

    Hampir semua otak yang ada di kepala angdew itu saya yakin sama mas, setelah sekian dolar mereka mati-matian untuk nyuap njadi angdew, akhirnya syetanpun bicara “kapan modal jue balik?” :lol:

  4. deviwon 30 Sep 2009 at 16:42

    jangan jangan tas itu bisa buat nyimpen duit duit panas, trus disimpen lagi ke bank swiss. secara pake sandi gitu bukanya.
    .-= deviw´s last blog ..Habis atau Bersisa? You Decide :P =-.

  5. suryadenon 30 Sep 2009 at 23:03

    masih lumayan pake usaha mas, lha kalo gratisan … :D
    .-= suryaden´s last blog ..Afterglow =-.

  6. Dangstarson 01 Oct 2009 at 00:27

    Wah..cocok kalo gak punya tas duitnya gak muat,…

  7. Dangstarson 01 Oct 2009 at 00:29

    Wah..cocok kalo gak punya tas duitnya gak muat,…
    .-= Dangstars´s last blog ..Pajak Untuk Perusahaan Vulkanisir Ban =-.

  8. wiraon 01 Oct 2009 at 01:39

    mudah2an saja anggota DPR kita tidak ada yang katrok seperti di cerita iya ya bro?
    .-= wira´s last blog ..Hari Raya Galungan di Bali =-.

  9. cantigion 01 Oct 2009 at 02:39

    sy pernah ngikutin waktu masalah itu dibahas di tvone, ribut2 soal anggaran pelantikan wakil rakyat baru. bener2 ya itu, bencana di mana2, seremonial tetap jalan, buang2 uang tetap dilakoni, kayaknya mou udh di teken, fee udh di bagi2in jd kagok kalo diundur. hhhh… bener2 ga punya hatu nurani, minimal rasa solidaritas kekeluargaan, menghormati mereka yg kena musibah kek..
    .-= cantigi´s last blog ..Monolog: i miss u =-.

  10. fannyon 01 Oct 2009 at 02:45

    yap, intinya sesuaikan dg keuangan kita ya. jangan ikut2an dg mereka yg mampu.
    .-= fanny´s last blog ..CERPENIS IDOLA =-.

  11. brion 01 Oct 2009 at 02:47

    __salampagii salamkenal daribri__

    __kalaumau pastibisa…semangaat ciiat__

    __nanti brimain lagi iaa..briaktifitas duluu__

    __semangaat lagii..semangat CIIAT__
    .-= bri´s last blog .._____________popart_____________ =-.

  12. linduajion 01 Oct 2009 at 07:20

    lha iya toh padahal di sumatera sana dana sebanyak itu pasti akan sangat berguna daripada hanya untuk dana tas.
    .-= linduaji´s last blog ..bencana melanda : gempa sumatera vs kebakaran lawu =-.

  13. XP2 Scouton 01 Oct 2009 at 08:20

    Yah mungkin itu untuk balikin modal. Kan mereka untuk nyalon aja sudah menghabiskan duit banyak. Tapi koq yo keterlaluan, mau dikemanakan lagi republik ini.:)

    XP2 Scout’s last blog: Badai Ketsana Dampak dari Global Warming

  14. Dinoeon 01 Oct 2009 at 09:26

    Benar sekali..dana sebesar itu bisa di gunakan untuk kepentingan rakyat..

  15. ciwiron 01 Oct 2009 at 10:06

    pedes dan nyengak tenan komenya suryaden
    wahahahaha :D

    dan memang demikian adanya…!
    .-= ciwir´s last blog ..Mudik 2009 =-.

  16. ciwiron 01 Oct 2009 at 10:10

    pedes dan nyengak tenan komenya suryaden
    wahahahaha :D

    dan memang demikian adanya…!
    .-= ciwir´s last blog ..Fenomena Genjer-Genjer =-.

  17. ciwiron 01 Oct 2009 at 10:10

    pedes dan nyengak tenan komenya suryaden
    wahahahaha :D

    dan memang demikian adanya…!

  18. dedekusnon 01 Oct 2009 at 15:42

    Tas semahal itu? …. pusingggg…

    nO cOMENT

  19. iLLaon 01 Oct 2009 at 22:01

    seandainya dana berlebih itu dialokasikan wat para korban gempa di Padang, mungkin bisa lebih bermanfaat yak… :D
    .-= iLLa´s last blog ..(part 2) Another Great Moment? =-.

  20. Aneka Tipson 02 Oct 2009 at 01:04

    beh kok bisa mahal gitu?…hmmm…jangan-jangan bahan-bahan tasnya diipor dari negara yang berbeda.

    Kulit dari amrik, kain dari jepang, dll :D
    .-= Aneka Tips´s last blog ..Noordin M Top Seorang Gay? =-.

  21. heruon 02 Oct 2009 at 06:26

    bagus buat disumbang ke korban gempa,

    mereka lebih memerlukannya..
    .-= heru´s last blog ..Metallica Membawakan Lagu Bang Rhoma Irama ( BasBang ) =-.

  22. Senoon 02 Oct 2009 at 11:30

    Miris ya kang, disisi lain banyak yang kena korban gempa, disisi lain para wakil kita sedang pesta pora.
    .-= Seno´s last blog ..Katakan Kita Rasakan Iwan Fals =-.

  23. depzon 02 Oct 2009 at 12:37

    ironis ya

    hmmm……

  24. depzon 02 Oct 2009 at 12:38

    ironis

  25. senoajion 02 Oct 2009 at 14:34

    namun sayangnya yang diprrotes oleh rakyat tetep aja kaya :D
    .-= senoaji´s last blog ..Direct TV Is What You Need =-.

  26. Dangstarson 03 Oct 2009 at 02:48

    Dimana bisa beli tas nya..?
    .-= Dangstars´s last blog ..Mimpi Apa Nih…Dapat Penghargaan Dari “KangBoed” =-.

  27. yangputrion 03 Oct 2009 at 10:01

    tas itu bisa dipake untuk camping gak..???

    wkwkwkwkwkwk gak nyambung ya…..
    .-= yangputri´s last blog ..KRL oh kereta, payah dikau =-.

  28. genialon 03 Oct 2009 at 19:15

    bukannya hal ini lebih kepada feminis kang??!?!
    .-= genial´s last blog ..Another Bricks in The Wall =-.

  29. Joddieon 04 Oct 2009 at 05:02

    Jiaaah… daripada buat pelantikan.. mending buat bantuan korban bencana aja tuh.. ya nggak?

  30. Bisnis Onlineon 04 Oct 2009 at 11:17

    Allow, balik lagi nih, pa kabar ???
    .-= Bisnis Online´s last blog ..Promosi Produk Lewat Youtube =-.

  31. Aneka Tipson 04 Oct 2009 at 19:30

    Ditunggu Updatena nih :D
    .-= Aneka Tips´s last blog ..Jadwal Pertandingan Liga Inggris 2009/2010 =-.

  32. bintangtimuron 05 Oct 2009 at 03:11

    Cerita ini bener-bener membuat kita berkaca, betapa penampilan masih menjadi modal untuk bisa dihormati orang lain…
    Ironis ya, menabung hanya u/ dilihat (atau merasa) hebat, padahal dibalik itu semua ada pengorbanan yg begitu besar.

  33. Dewi Yanaon 05 Oct 2009 at 04:28

    Assalamu’alaikum,
    Memang seharusnya tidak sebesar itu, dana yang digunakan untuk pelantikan, Astaghfirullah…

  34. Budy Santosoon 05 Oct 2009 at 08:08

    itulah wakil kita mengapa hanya untuk beli jas saja ga mampu padahal gajinya kan dah gede lagian kerjaan nya juga korupsi masih aja dikasih uang trs apakah tidak lebih baik bila uang itu di berikan kepada yg memang sangat membutuhkan. sanes kitu boss…!!!
    .-= Budy Santoso´s last blog ..Hikmah Kematian =-.

  35. jimmyon 05 Oct 2009 at 22:54

    sama kayak hp ya.. banyak orang beli hp canggih padahal fitur2nya banyak yang gak kepake.. yang penting gaya! :D
    .-= jimmy´s last blog ..Cek Dahulu Link Dari URL Shortener =-.

  36. Pakde Cholikon 05 Oct 2009 at 23:47

    Saya juga ingat kenangan dengan tas echolak yang memang tahun itu sedang boomin. sayapun membeli satu agar nggak di cap ketinggalan jaman ha..ha..ha.
    Kalau tas DPR seharga segitu yaaa ngelus dada benar. Mungkin didalamnya ada space untuk lunchbox yaaaa.
    Salam kenal sehangat-hangatnya dari Surabaya.

  37. RitaSusantion 06 Oct 2009 at 00:25

    Yah begitulah tingkah polah sebagian dari wakil-wakil kita di dewan perwakilan sana. Yang diurusi kok yah masalah materi dan tampilan luar diri sendiri yak… Kenapa mereka tidak berfikir kalau uang itu digunakan untuk urusan perut rakyat saja, insyaALLAH jauh lebih bermanfaat…
    .-= RitaSusanti´s last blog ..Apakah Ada Bedanya =-.

  38. didtaon 06 Oct 2009 at 03:18

    mampir pak

  39. didtaon 06 Oct 2009 at 03:19

    mampir pak….

  40. didtaon 06 Oct 2009 at 03:20

    kunjungi balik ya

  41. Iklan Gratison 06 Oct 2009 at 05:15

    Semakin marak kok mbak yang seperti ..
    yang gaya, yang penting eksis .. hal yang lain ? sudah tidak penting lagi ..
    heran deh kenapa juga gak berpikir fungsionalnya dulu ? sehingga tidak mubazir ..

    Iklan Gratis
    .-= Iklan Gratis´s last blog ..Hey… mau gak dapat $10-$15 per job? =-.

  42. Eka Situmorang-Siron 07 Oct 2009 at 05:17

    Demi sebuah penampilan ya?
    Tukisan ini reflektif yang bagus,
    Yep jadi diri sendiri lebih bagus dibandingkan mati2an berusaha jadi seperti orang lain tanpa mengukur kemampuan.

    salam, EKA
    .-= Eka Situmorang-Sir´s last blog ..Balonku ada 5 =-.

  43. sunfloon 07 Oct 2009 at 07:11

    duuuuh kontras bangetz…=(
    mampir lewat sini mah… boleh tukeran link?
    .-= sunflo´s last blog ..Unta di Saudi, Berjuta Rasa… =-.

  44. zeeon 12 Oct 2009 at 06:37

    Tas Echolac itu yang kayak gimana ya mbak?

    Memang harusnya kita jadi diri sendiri, kalau memang mampu dan sanggup ya gpp kalo mo beli tas 40jt sekalipun, tapi kalo gak sanggup ya utk apa dipaksa sampai mengencangkan ikat pinggang berbulan2 demi bisa beli tas mahal…. hihihihi..
    .-= zee´s last blog ..Uangku Bukan Uangmu – part 2 =-.

  45. Adrienne Kemeryon 12 Jan 2010 at 16:01

    Interesting take on this issue. I for one have seen many twists on this and can often spot the holes in the arguement however, on this occasion I belelive your writing is such that everyone should be in agreement with this. Thank you for sharing it with us.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco