Feb 06 2010
Lidah tak Bertulang

Aku percaya Allah membuka kebenaran lewat cara yang kadang tidak kita duga. Setelah orang yang dicari tante saya akibat penggelapan (atau penipuankah tepatnya) bisnis barang elektronik yang dinominalkan pada sekian digit menghilang, tante menganggap masalah ini selesai dan mengikhlaskan barang hilang dapat dicari dan bisa dikumpulkan kembali atas izinNya. Masalah bisnis itu akhirnya dipeti eskan selama 9 tahun. Minggu ini justru bisa terungkap dari sebuah percakapan wajar biasa seseorang di sebuah rumah. Sebut saja jeng Rani, perempuan diatas 40 tahun itu menjadi penghuni baru di kompleks kami selama setahun belakangan, tapi wanita itu hanya bergaul dengan beberapa orang tertentu saja.
Dalam obrolan siang itu, jeng Rani mengungkit soal kekerabatannya dengan seseorang yang berdinas di A, berdomisili di B dan bernama C… sebuah ciri khusus yang mengingatkan teman ngobrolnya yang tak lain adalah wa Linceu -yang memang tahu banyak soal keluargaku-, memberi pengakuan dengan ciri khusus yang sama dengan keluargaku sama persis dengan ciri om dan tanteku berdasar kesamaan nama, pekerjaan,dan alamat … sama persis!
Wa Linceu yang merasa penasaran menelponku dan bilang kalo aku ternyata punya kerabat jauh di kota ini, jelas saat itu juga aku mendatangi kediamannya, mendapati seseorang duduk malas di kursi panjang berongkang kaki, seseorang yang tak dikenal. Dari cara berkenalan dengannya, aku menangkap rasa sangsi dari matanya dan masih menganggap remeh sosokku.
Karena rasa penasaran jugalah, aku konfirmasi ke pihak tante apakah kita punya keluarga dekat bernama jeng Rani yang berasal dari kota X namun sekarang tinggal disini. Dari situ semuanya terungkap, jeng Rani hanyalah seorang penipu licin yang dicari para korban dalam kurun waktu berbeda…
Jika tidak ada percakapan bernada bangga itu, dari lidah yang tak bertulang, mungkin saat ini jeng Rani masih berada di kompleks rumah kami dengan aman dan damai. Tak pernah diperhitungkannya pengakuan palsunya bisa mempertemukannya dengan saya, keponakan asli tante, melalui wa Linceu dan membawanya pada pelarian selanjutnya, karena setelah kejadian itu banyak orang beserta buser yang menanyakan keberadaannya.
Tak pernah ia mengira, pengakuan palsu dari lisan yang tak terjaga dan yang selalu penuh kebohongan dalam setiap tarikan kalimatnya membuatnya tak bisa tidur nyenyak kembali. Dia tak pernah memperhitungkan di kota ini ternyata ada anggota keluarga korban penipuannya. Beberapa hari kemudian, jeng Rani dan suaminya menguap diam-diam dari rumah kontrakannya, mungkin mereka menghindari kami juga masalah-masalahnya dengan orang lain yang lebih rumit.
Biarpun aku wanita, aku masih saja terheran saat mendengar mulut manis berbicara keprihatinan agar simpati dan dukungan didapatkan dan menjadikan air mata sebagai senjata memperoleh belas kasihan dan beroleh maaf… hmmm, akting yang dia perankan sungguh terlihat bak peran di layar sinetron, begitu sempurna! Wajah cantiknya tak sesuai hatinya, aku kira kebohongannnya dan kepalsuan telah mendarah daging dalam setiap butir darah dan helai nadinya, dalam sel tulang sumsum sampai ke batang otaknya …naudzubillahi min dzalik.




kalu kebohongan sudah mendarah daging, maka tanpa sengajapun terkadang ia muncul dengan sendirinya.
Memang Lidah lebih tajam dari pisau
Salam Kenal dan persahabatan
Have a nice weekend…..
Ibarat pepatah sepandai-pandainya tupai melompat sekali waktu akan jatuh ke tanah juga, mungkin itu yang terjadi dengan jeng Rani…..
KEK LAGUNYA BROERY PESOLIMA MARANTIKA SAJA
Memang betul, lidah tak bertulang. Orang2 seperti Rani itu mestinya diberi pelajaran
Seandainya waktu itu Mamah langsung telpon Pulisi (setelah yakin sama konfirm dari Tante), Rani udah ketangkap deh hehehe…
Tapi yakin, di tempat lain dia akan menerima ganjarannya. Indonesia ini berapa luas sih? *cieeee*
Happy wiken, Mah!
Selamat berakhir pekan, mbak. Wah, semoga tidak muncul jeng Rani2 lainnya ya.
itulah mah bahayanya lidah tak bertulang, apa yang disampaikan dari seseorang ke orang lain akan banyak bumbunya…salam hangat mah
Jeng Rani.. bertobatlah selagi masih bernyawa !
*have a nice weekend Mah*
He,he,he lain kali jgn terlalu mempercayai org,apalagi bru kenal
menjadi pembohong itu sebenarnya sangat sulit, krn ia harus konsisten terus dng apa yg pernah ia bohongkan.
**sekali ia lupa dng kebohongan yg pernah ia lontarkan ketahuanlah ia.
Buat jeng Rani :
Terus berlarilah dan bersembunyilah sampai tempat pelarian dan tempat persembunyian habis sebelum kau menyadarinya.
Na’udzubillah…
Suatu saat, kebohongan karena manisnya bibir akan ketahauan juga.
salam.
salam sobat
memang lidah tak bertulang mba,,
pandai ya berbohong,,tapi buat apa ,,,kalau hanya menambah dosa saja.
dan suatu saat kebohongannya kebongkar juga.
meskipun lidah tak bertulang, tp tetap saja menyakitkan..
lebih baik kita berbicara apa adanya, sebab karma itu pasti ada hehe..
salam
Wah dengan lidah bisa menipu orang yg gak berdosa. Hebat memang ciptaan Tuhan ini..
yaa.. mesti hati2 nh sama lidah..
kebohongan akan menjeratkan kita ke dalam masalah yang pelik. tidak berbohong maka kita tidak akan menyimpan masalah di kepala.
Kebohongan yg terus berulang akan menjadi kebiasaan yg sulit di hilang…
kalau sudah kebiasaan berbohong memang susah banget di hilangkan….nanti pasti dia juga kena getahnya mah
Cool blog, have a great weekend!
astagfirllah…semoga orang-orang semacam jeng Rani cepat sadar.Kebohongan tak akan bertahan lama sis..
Tapi bukan Rani Juliani ’selrnya’ A.Ashar kan mah??…Wkwkwk…Met pagi, met berhari minggu…
Keep Posting With Your Smile’
Rafi
Met pagi mah…hmmm, kisah diatas bisa d jadikan pelajaran. nanang´s last blog …Download Aplikasi Editor Gambar untuk Ponsel Java
Setelah saya cek, ternyata lidah saya juga nggak bertulang…
Lidah memang tak bertulang, bisa nikmat bisa pula menyengat..
Duuuuh, moga kita bisa menjaga lidah kita dari segala angkara…
wah parah tuh. sudah sangat sulit tuh orang untuk bertaubat kecuali mendapat hidayahNYA. yah semoga saja itu terjadi.
ah, iya bu. menjaga lidah itu memang susah. dan yang namanya kebohongan itu, entah bagaimana caranya, suatu saat pasti bakal terbongkar
Hal yang busuk lama lama pasti bakalan tercium kok…
Tinggal masalah waktu aja…
Salam kenal ya
bagaimanapun bangkai busuk lama kelamaan akan tercium juga baunya…
Assalamu’alaikum, Astaghfirullah, mungkin orang yg berbohong lupa, bahwa kelak diakhirat nanti, kaki, tangan dan kulit yg menyertai mereka akan bersaksi dihadapan Allah, memberitahukan apa saja yg dilakukannya selama hidup didunia ini. (Dewi Yana)
beeuhhh..Oyen juga paling sebel kalo udah digombalin orang….*pengalaman.com*
wah itu mah penyakit datang dinyaman kalau orang kami (dikalimantan bilang)… kalau udah terbiasa kelakuannya seperti itu yah… gitu2 aja, kecuali dia memang bertobat..bat,,,……
Selamat Hari minggu dan Salam persahabatn blog dari saya di Kalimantan.
Ada pepatah mengatakan :
“Pembohong bisa keliling dunia, tetapi dia tidak pernah bisa kembali keasalnya”.
Selamat berakhir pekan Mamah…
hmm..
kebohongan akan segera terungkap..
apakah sang penipu sudah tertangka mbak?
kunjungan perdana
salam hangat dari blue
Lidahmu adalah harimaumu.. bener gak pepatah tu ???
Bagi orang yang suka menipu ingatlah akhirat, karena yang ditanyai dulu adalah lidah kita apa saja ucapan yang pernah dikeluarka…
Hiii bertobatlah…
lidah memang sangat berbahaya salah menggunakan lidah nyawa pun bisa melayang…………
iya lidah memang tak bertulang tapi lebih tajam dari pada pedang
berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih
Subhaanallaah..
Berkah keliling blog… Belajar lagi… Belajar lagi…
Salam kenal ibu… ^_^
Berkungjung lagi ni di blognya mama muda2han yang punya blog ini tidak memakai istilah KLKL(kamu lagi,kamu lagi) biar ggak bosen membaca ocehan ini
Naudubillahimindzalik… semoga kita terjauh dari sifat demikian, sehebat apapun kebohongan tidak bisa mengalahkan kejujuran,
Salam!
Mah… komen sy yg barusan ngilang, kayaznya ketangkep & masuk kotak, keluarin ya!
sekali bohong, maka seterusnya akan terulang-terlang
Kalo orang sudah biasa berbohong, sulit untuk jujur….
walahhhh mereka yg seperti itu hidupnya gak tenang mbak dunia akhirat…akan ada masa mereka akan menyesalinya dan tertangkap. toh sepandai-pandainya tupai melompat pasti suatu saat akan jatuh juga.
jangan sampe deh ketemu orang macam itu…
Wahhh sekarang ini memang perempuan2 lebih lihai menipu. Semoga kita dijauhkan deh dari orang2 seperti itu…
akhirnya kebenaran terun9kap ju9a yah mamah aline
klu suda sekali berbohon9,maka ia akan terus terusan berbohon9 mamah,nauzubilah..
hidupnya jen9 rani pasti tidak akan tenan9
Sepintar-pintarnya orang menyimpan bangkai, akhirnya akan tercium juga.
Begitulah perumpamaan nasib si penipu tersebut.
Mungkin juga takkan terdeteksi oleh alat pendeteksi kebohongan, saking mendarahdagingnya dusta itu
penipuan memang ada dimana2…bahkan temane sendiri bi9sa melakukan nya..jadi hati2 to emaang perlu
saking banyaknya orang yang dibohonginya…semakin sempit ruang geraknya…semoga jeng rani cepat bertaubat ya mah..
Weeh…
Berkat “lidah tak bertulang” itu… “peti es” menjadi cair…
Lidah sudah semestinya tak bertulang, menjadi pelajaran bagi kita untuk menjaganya baik-baik. Jaga lisan, jaga perkataan.
Seorang penipu ulung pun bisa kena batu akibat perbuatannya gara-gara lidah.
Mah, biasanya setiap perbuatan laku kita selalu ada balasannya. Saya sendiri percaya sekali akan hal ini.
halo… permisi numpang promo ^^!
demo song Rakuen bisa diunduh di 4shared.com
critics are welcome
Lidah yang membuat jeng rani berhasil menipu banyak orang,
lidah juga yang akhirnya menjerumuskan dirinya.
nauzubillah.
salam.
kebenaran kdg datang seperti rahasia, ah aku menulis itu semalam, pd tulisan yg aku ragu mau diupload ato tidak…
wajah cantik, hati busuk. bahkan orang yg pura2 baik, pd akhirnya akan terungkap.