Feb 10 2010
secangkir kopi dan setangkup cinta

Jika rasa cinta bisa hilang karena masalah uang… atau yang berhubungan dengan uang, beberapa orang mengalaminya. Anehnya tak seperti saat jadian atau melangkah ke jenjang pernikahan yang indah pada awalnya, mereka seolah melupakan komitmen untuk saling setia dan mendukung disaat susah dan senang, disaat suka atau duka, disaat sukses atau keterpurukkannya.
Betul juga jika ada yang berujar, memangnya kawin cuman bermodalkan cinta? atau hidup berumah tangga tidak cukup kenyang dengan makan cinta saja, tapi juga kesiapan materi minimal penghasilan cukup . Itu sih buat yang nikah tanpa ada rencana jangka panjang, atau buat mereka yang pengangguran. Tapi cinta habis terkikis akibat melanggar komitmen untuk menerima pasangan apa adanya dalam kesederhanaan, itu baru hal kurang bisa saya terima.
Di teras rumah kami biasa menikmati sajian secangkir kopi hangat diminum berdua, sekedar ngobrol atau sharing cerita sepanjang hari yang sudah dilewati atau ada pengalaman lucu yang terjadi bisa membuat kita tertawa terpingkal-pingkal, atau malah cerita mengharu biru yang membuat kita lama terduduk dalam diam. Bertahun-tahun kebiasaan itu sudah dijalani tanpa tau sebenarnya siapa yang memulai kebiasaan ini lebih dulu…
Di teras itu pula kami mendengarkan keluh kesah pasangan yang akan bercerai setelah 5 tahun menikah akibat masalah penghasilan yang kurang , dan kami mempunyai kesimpulan:
Berita itu masih hangat dan menyisakan tanya, hanya seperti itu kah masalah diselesaikan, atau mungkin tidak ada cukup kedewasaan menghadapinya atau memang tidak ada lagi cinta yang merekatkan pecahan uang yang tercecer di kolong kehidupan rumah tangga mereka…



Sayang sekali jika masalah uang merupakan alasan perpisahan, karena roda kehidupan selalu berputar.
misalnya ia kemudian menikah lagi dengan pengusaha kaya raya, namun kemudian pengusaha tersebut jatuh bangkrut, apakah akan bercerai lagi?
Manusia tak ada puasnya…
pertamaxxx dulu ya mah…
masalah ekonomi memang seringkali jadi alasan utama dalam perceraian, selain perselingkuhan dan sebab-sebab lain. Menurut saya alasan tersebut terlalu egois. Kenapa? karena itu membuktikan bahwa pasangan tersebut tidak mendukung satu sama lain. Salah satu pihak menginginkan kondisi ekonomi yang lebih dan lebih. Kenapa tidak mensyukuri yang ada, dan berusaha mencari solusi lain bersama-bersama? bukankan dua kepala lebih baik dari satu kepala?.
Atau ekonomi cuma jadi alasan atau justifikasi perceraian mereka saja? Padahal dibalik itu terselubung motif2 lain..
Yah tak taulah…cuma pemikiran seorang gadis yang belum menikah. Hehehe
menarik sekali mbak tulisan nya. sebagai seorang yang masih lajang ini bisa jadi masukan yg berarti banget untuk saya, makasih infonya mbak aline.
Uang memang gak ada habisnya, tanpa batas…
memang bener mbak, uang memang bukan segalanya tapi dengan uang kita bisa lebih bahagia juga tentunya atas ijin Nya,,,
makasih reviewna sangat menarikk
berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasihh
Memang sebagian besar masalah rumah tannga muncul akibat permasalahan ekonomi.. Ulasan yg sangat menarik.. jadi bisa mikir buat kuda-kuda ke depan walaupun saya masih lajang…
sebuah egoisme dan ketidakpengertian bersama, mungkin itu yang saya tau
beh mantap nih tulisanya siiip bu..
Betul juga tu,rasanya kalau cuma bermodalkan cinta saya yakin tu tidak bertahang lama,habis mau makan apa,kaga ada cinta yang di makan
Kadang kekurangan ekonomi memang menjadi pemicu perceraian. Hal ini karena keinginan lebih besar dari kemampuan seperti yang tersirat dalam artikel.
Saya pribadi orang yang jarang dirumah, tetapi saya selalu mengakalinya dengan selalu menelepon keluarga setiap pagi dan malam. Jika kumpul, biasanya kami akan jalan-jalan berdua atau bersama anak-anak.
Mungkin disaat kondisi seperti ini saling mengingatkan dan mengingatkan komitmen sangat penting. Boleh juga ditambah minta nasehat kepada orang lain yang dipercaya.
Yang belum cukup beruang,mereka pikir uang adalah segalanya.tapi yang sudah beruang mereka mengatakan uang bukanlah segalanya.Wajar…
kebiasaan yang menarik, semoga jgn sampai hilang.
mind set pasangan terhadap posisi uang dan keluarga akan sangat berpengaruh
toh, tak sedikit pasangan yang beda penghasilan juga bisa rukun & bahagia.
Lah kalo cinta sejati gimana…
Jaman sekarang pada matre…
di satu sisi rasional di sisi lain mungkin keegoan masing-masing pasangan yang tinggi sehingga menyebabkan perceraian. Sebuah bahan renungan Mah, terima kasih sekali.
Salam hangat selalu
keegoan masalah ekonomi selalu membayangi keretakan rumah tangga, selalu dikejar tak kan pernah ada usai
Sebenarnya semua kembali kepada Hati Nurani masing2 individu yg menjalaninya, Berumah Tangga memang susah2 gampang, hmm….bisa panjang nih kalo Saya lanjutin koment disini. Intinya, Komitmen Awal itu sangat2lah penting, bahkan lebih penting dari proses akad nikahnya.
Keep Posting With your smile
Rafi
dg kata lain be realistic ya, bu?
Mantap.
Kopi join ma cinta.
Artikelnya bikin inspirasi buatku waktu aku ga sengaja jalan-jalan kesini.
Salam kenal ya ibu.
Aku tunggu kunjungan baliknya.
Makaci.
Luar biasa Postingan ini, Tetap buat postingan yang luar biasa seperi ini. Jadi nmbh wawasan main kesini..
Masa pacaran adalah masa memperlihatkan sesuatu yang baik2 saja. Padahal kenyataannya setelah berkeluarga kita jadi lebih banyak mengenal kelebihan dan kekurangan pasangan masing-masing. Manusia pada dasarnya selalu merasa kurang, kurang dan kurang. Kalau tidak dilandasi dengan iman yang kuat maka rumah tangga bisa hancur karena masalah ekonomi. Sementara banyak keluarga yang dalam hal ekonomi boleh dikatakan kurang tapi hidupnya lancar2 saja dan bisa menikmatinya karena yang jadi ukuran bukan uang atau materi.
Posting yang menarik.
berkaLi ke sini tp sy bLm paham benar arti kata nyegik.. mamah bs jeLasin?
tragis sekali rasanya ketika manusia tidak memiliki cinta karena tidak memiliki materi…
memang benar berumah tangga tidak cukup hanya dengan cinta, tapi uang bukan lah segala-galanya…
post yg bermanfaat sekali. pakabar mamah aline?
salam, ^_^
tidak adil ketika cinta harus di kaitkan dengan harta, konon rumah tangga itu kan sudah ada rizqynya tersendiri meskipun masih blm punya penghasilan tetap/pengangguran.
Selama mau berikhtiar dan saling mengerti juga bersyukur saya rasa bisa di atasi..
betul kan mah?
membaca artikel ini saya menjadi terbayang akan realita yg terjadi di sekitar saya..hmmm…
permisi bu..mas..
pesen kopi dong 1..
indomie rebus 1 telornya 2 ya
haha
(justkding)
prihatin dech…. sesungguhnya uang bukanlah segala-galanya, namun kenyataannya, segala-galanya butuh uang, sehingga cintapun turut menjadi korbannya….
semoga kelak 5 kesimpulan itu tidak terjadi pada Anas.. Amin..
komenku kok ilang??
prihatin dech, sesungguhnya uang bukanlah segala-galanya, namun realitanya…. segala-galanya butuh uang, sehingga cintapun turut menjadi korbannya….
Memang ekonmi adalah alasan utama kebanyakan ada cerai dan bukan rahasia lagi bahwa cinta tanpa uang itu sulit untuk dipertahankan, apalagi kl banyak yg campur tangan..
komunikasi dan uang sumber pertengkaran, begitukan mah
tq dah berbagi 
zemangat pagi sahabat, indah sekali berbagi segala kisah dengan meminum secangkir kopi ber2 ^_^, nice
Mbak , masalah diatas.. sama dengan masalah yg dialami teman saya mbak
mereka belum bercerai, hanya saja memutuskan komunikasi sejak 6 bulan yg lalu
menurut saya , dari kedua belah pihak tidak boleh gengsi dalam memulai komunikasi
harus ada salah satu yg mengalah , memulai pembicaraan..
Harus ada keseimbangan kali ya mah?
Cinta ma materi.
Tapi terkadang, manusia (terutama Bendol neh) kurang bisa mensyukuri apa yang kita punya.
hehe….
Makasih Mah
Salam
tdk dipungkiri bahwa materi memang sangat berarti dlm kehidupan rmh tangga. Materi cukup kehidupan keluarga layak, pemenuhan gizi maupun kebutuhan sekolah anak terpenuhi. Tapu materi bukanlah segala-galanya, komitmen bersamalah yg terpenting. Persoalan materi yg kurang bisa dipecahkan dg mencari tmbhan penghasilan, semua dpt teratasi bila ada kerjasama yg saling mendukung antar pasangan. Bila manusia telah benar2 berusaha pstilah ada jalan keluar, krn Tuhan tak pernah tinggal diam. Dia akan memberkati tiap usaha yg dilakukan dg hati yg tulus dan berserah padaNya.
“cinta yang merekatkan pecahan uang yang tercecer di kolong kehidupan rumah tangga”
wahh, suka skali sm quotes yg ini
makasih wejangannya ma, mungkin sama dengan beberapa yg komen sbelumnya
ini sangat bagus untuk persiapan bagi yg belum menikah *termasuk sayah
uang bisa dicari
cinta tak bisa dibeli
Mah, pas baca tulisan ini, keponakan suami pas lagi mengalami masalah yg sama dengan suaminya.
sekarang suami dan saya sedang mencoba menengahi, jadi kerjaan baru juga nih Mah utk kami berdua. (kok jadi curhat ?).
Sepertinya apa2 yg Mamah tulis diatas ada beberapa tuh yg sedang mereka( si keponakan) alami sekarang.
salam.
Uang memang bisa jadi petaka dalam rumah tangga, disitulah letak pentingnya sebuah komitmen…
Pelajaran berharga, Mamah.
Buat perempuan-perempuan lajang seperti diriku..
ha..ha.., saya merasa gimana gitu…tersentuh, saya pernah mengalaminya ribut melulu gara2 soal pendapatan dan kecil dan beda..
salam.
kok sama ya dg yg kami bicarakan kemarin, ada sdr yg bercerai krn uang…masya Allah, emang ngeri dengernya..
aku lg nyama2in dg mamah, aku dan cinta juga suka minum kopi berdua, di kebun, pas abis kupinyah, saling ‘tuduh’ lho sapa yg abisin?
Assalaamu’alaikum
Secara umumnya wang selalu menjadi punca perpisahan dan alasan untuk berpaling tadah. Ini menunjukkan tiada cinta sejati yang dibina dalam hati untuk menerima pasangannya dengan tulus dan ikhlas kerana Allah swt. Mudahan apa yang dinyatkan boleh memberi pengajaran buat kita memikirkan baik dan buruk sesuatu faktor yang boleh memporak perandakan jiwa dan minda kita. Oleh itu, gunakan kebijaksanaan untuk mengekal kebahagiaan dan keceriaan dalam perkongsian hidup. Salam mesra Mamah Aline dari saya di Sarawak, MALAYSIA.
salam sejahtera
saya setuju dengan pernyataannya
sebuah hubungan memang harus ada komitmen yang kuat
kebha9ian tidak bisa dibeli den9an uan9kan mamah..
*makasi mamah da berba9i,jadi masukan untuku ketika esok menikah
*
yaaa…itulah Rumah Tangga ada 2 tangga yg berbeda mau jadi satu pasti rada2 sulit..
ga ada uang..ga sayang….
uang memang bukan segalanya, tapi segala-galanya butuh uang. salam kenal
Assalamu’alaikum, bila kita bisa saling menerima dan memaklumi, dan saling melengkapi kekurangan pasangan kita. Dan bila kita ikhlas menerima dan mencintai pasangan kita apa adanya karena Allah, InsyaAllah prceraian tidak terjadi (Dewi Yana)
Assalamu’alaikum, bila kita bisa saling menerima dan memaklumi, dan saling melengkapi kekurangan pasangan kita. Dan bila kita ikhlas menerima dan mencintai pasangan kita apa adanya karena Allah, InsyaAllah prceraian tidak akan terjadi (Dewi Yana)
sebaiknya saling percaya di utamakan, kalo tidak…?
lebih baik gue minum secangkir kupi dan menyimak keadaan masa depan
betul sekali!!
kesimpulan yang tepat mbak..
menikah harus mau menerima apa adanya, tapi bukan berarti kita ‘stuck’ dengan apa yang ada.. kita harus tetap belajar dan berusaha menjadi yang lebih baik.
Alhamdulillah bisa berkunjung kembali.
Terlebih disuguhi secangkir kopi hangat mantap bgt, tambah semangat nih silaturahminya
Terima kasih atas silaturahmi yang terjalin dengan baik.
Salam hangat!
uang memang menyebalkan !
Mampir lagi nis sis…
Betul sekali … sebuah pencerahan yang benar2 ‘mencerahkan …
Hmmm…
Memang, kalau harta jadi parameter menikahnya 2 insan, sangatlah pendek pemikiran itu. Tak ada harta yang permanen, bahkan saya kadang juga geli dengan sikap orang tua yang mendewakan pekerjaan calon menantunya, memangnya ada juga pekerjaan yang Permanen…? Kalau toh pada saat itu punya pekerjaan yang layak dan atau memiliki penghasilan yang menjanjikan, apakah bisa dijamin 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun mendatang…?
Kalo untuk
maksudnya apa ya mah? apakah menghiraukan pilihan orang tuanya gitu?
cerita yang bagus mah… bisa jadi pelajaran buat yang belum nikah, seperti saya
ops:
mamah aline apakabarr