<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>NYEGIK [dot] COM &#187; lidah</title>
	<atom:link href="http://www.nyegik.com/tag/lidah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nyegik.com</link>
	<description>just a little experience all my days</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 20:09:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Lidah tak Bertulang</title>
		<link>http://www.nyegik.com/lidah-tak-bertulang/</link>
		<comments>http://www.nyegik.com/lidah-tak-bertulang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 20:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mamah aline</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan nyegik]]></category>
		<category><![CDATA[lidah]]></category>
		<category><![CDATA[lidah tak bertulang]]></category>
		<category><![CDATA[lisan]]></category>
		<category><![CDATA[perbuatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nyegik.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[Aku percaya Allah membuka kebenaran lewat cara yang kadang tidak kita duga. Setelah orang yang dicari tante saya akibat penggelapan (atau penipuankah tepatnya) bisnis barang elektronik yang dinominalkan pada sekian digit menghilang, tante menganggap masalah ini selesai dan mengikhlaskan barang hilang dapat dicari dan bisa dikumpulkan kembali atas izinNya. Masalah bisnis itu akhirnya dipeti eskan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://img2.pict.com/a2/9e/d6/2751697/0/slipofthetongue.jpg" title="slip tongue" class="alignleft" width="118" height="150" /></p>
<p>Aku percaya Allah membuka kebenaran lewat cara yang kadang tidak kita duga. Setelah orang yang dicari tante saya akibat penggelapan (atau penipuankah tepatnya) bisnis barang elektronik yang dinominalkan  pada sekian digit menghilang, tante menganggap masalah ini selesai dan mengikhlaskan  barang hilang dapat dicari dan bisa dikumpulkan kembali atas izinNya. Masalah bisnis itu akhirnya dipeti eskan selama 9 tahun. Minggu ini justru bisa terungkap dari sebuah percakapan wajar biasa seseorang di sebuah rumah. Sebut saja jeng Rani, perempuan diatas 40 tahun itu menjadi penghuni baru  di kompleks kami selama setahun belakangan, tapi wanita itu hanya bergaul dengan beberapa orang tertentu saja.<span id="more-563"></span></p>
<p>Dalam obrolan siang itu, jeng Rani mengungkit soal kekerabatannya dengan seseorang yang berdinas di A, berdomisili di B dan bernama C&#8230; sebuah ciri khusus yang mengingatkan teman ngobrolnya yang tak lain adalah wa Linceu -yang memang tahu banyak soal keluargaku-, memberi pengakuan dengan ciri khusus yang sama dengan keluargaku  sama persis dengan ciri om dan tanteku berdasar kesamaan nama, pekerjaan,dan alamat &#8230; sama persis!</p>
<p>Wa Linceu yang merasa penasaran  menelponku dan bilang kalo aku ternyata punya kerabat jauh di kota ini, jelas  saat itu juga aku mendatangi kediamannya, mendapati seseorang duduk malas di kursi panjang berongkang kaki, seseorang yang tak dikenal. Dari cara berkenalan dengannya, aku menangkap rasa sangsi dari matanya dan masih menganggap remeh sosokku.</p>
<p>Karena rasa penasaran jugalah, aku konfirmasi ke pihak tante apakah kita punya keluarga dekat bernama jeng Rani yang berasal dari kota X namun sekarang tinggal disini. Dari situ semuanya terungkap, jeng Rani hanyalah seorang penipu licin yang dicari para korban dalam kurun waktu berbeda&#8230;</p>
<p>Jika tidak ada percakapan bernada bangga itu, <strong>dari lidah yang tak bertulang</strong>, mungkin saat ini jeng Rani masih berada di kompleks rumah kami dengan aman dan damai. Tak pernah diperhitungkannya pengakuan palsunya bisa mempertemukannya dengan saya, keponakan asli tante, melalui wa Linceu dan membawanya pada pelarian selanjutnya, karena setelah kejadian itu banyak orang beserta buser yang menanyakan keberadaannya.</p>
<p>Tak pernah ia mengira, <em>pengakuan palsu dari lisan yang tak terjaga dan yang selalu penuh kebohongan dalam setiap tarikan kalimatnya membuatnya tak bisa tidur nyenyak kembali</em>. Dia tak pernah memperhitungkan di kota ini ternyata ada anggota keluarga korban penipuannya.  Beberapa hari kemudian, jeng Rani dan suaminya menguap diam-diam dari rumah kontrakannya, mungkin mereka menghindari kami juga masalah-masalahnya dengan orang lain yang lebih rumit.</p>
<blockquote><p>Biarpun aku wanita, aku masih saja terheran saat mendengar mulut manis berbicara keprihatinan agar simpati dan dukungan didapatkan dan menjadikan air mata sebagai senjata memperoleh belas kasihan dan beroleh maaf&#8230; hmmm, akting yang dia perankan sungguh terlihat bak peran di layar sinetron, begitu sempurna! Wajah cantiknya tak sesuai hatinya, aku kira kebohongannnya dan kepalsuan telah mendarah daging dalam setiap butir darah dan helai nadinya, dalam sel tulang sumsum sampai ke batang otaknya &#8230;naudzubillahi min dzalik.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nyegik.com/lidah-tak-bertulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
